BERITA RT 4

TAHUKAH ANDA ?? -Part 1-

Dulu, ketika Salatiga hanya punya 1 kecamatan, orang pungkursari alamatnya indah sekali :

RW  TIGA  Kelurahan SALATIGA, Kecamatan SALATIGA, Kota SALATIGA

 

Wassalam

Salam Harmoni dari mburi pak wali

Advertisements

NEGERIKU NEGERI SERIBU SUMUR : SIAGA SATU

Sungguh beruntung sekali Salatiga yang berada di pinggang gunung merbabu, dengan topografi yang memungkinkan banyaknya sumber mata air.

Dengan Rawa Pening di bagian bawah sebagai muara, sumber-sumber mata air banyak ditemukan di pemukiman di kota ini yang utamanya dari kawasan Mata Air Senjoyo tingkir. TIdak heran jika banyak sekali nama-nama tempat yang berhubungan dengan mata air seperti Kalioso, Kalisomba, Kalicacing, Kalitaman dan masih banyak lagi.

Pemandian Kalitaman
mata air kalitaman sejak tempo doeloe ( courtesy of Salatiga photo archive )

Kawasan kita Pungkursari, dibelah oleh sebuah sungai kecil, terusan dari mata air Kalitaman yang sambungannya memanjang hingga pengairan di daerah Pulutan dan Kabupaten Semarang.

peta sumur
kawasan pungkursari dengan sumber sumur 

 

 

Bila kita Zoom lagi di RT 4 yang kebagian pinggiran sungai tersebut, maka topografinya terletak di daerah bawah kampung. Dan tentu saja banyak sekali sumur di daerah ini.

Dalam 1 deret gang di pinggir kali saja, terdapat 12 titik sumur sumber mata air yang masih difungsikan. Belum lagi sumur sumur yang sudah dimatikan/tidak terpakai.

petasumur girli

 

salah satu contoh sumur, di musim kemarau airnya masih melimpah ruah

 

Namun berada di pusat kota yang tumbuh sangat pesat dalam jumlah penduduk maupun bangunan fisik, masalah sanitasipun muncul.

Sejak awal, sungai yang membelah kampung ini tidak menjadi pusat perhatian pembangunan kawasan, sehingga akhirnya menjadi tempat pembuangan segala macam sampah. Kondisi ini yang sekarang menjadi sumber masalah baru lingkungan di kampung pungkursari.

Memang baru akhir akhir ini perhatian terhadap sungai  mulai terlihat. Bisa jadi para petinggi di kota Salatiga tersadar, bahwa tepat di belakang rumah mereka sendiri ternyata ada masalah lingkungan yang serius.

Boleh boleh saja pusat kota Salatiga memiliki hotel yang mewah, pusat perbelanjaan lengkap, trotoar dan taman jalan yang rapi, tetapi masuk ke pemukiman sedikit saja sudah tampak kekacauan lingkungan ini.

Sampah, terutama dari pasar yang posisinya lebih atas, ditambah kesadaran masyarakat sendiri yang masih rendah, memenuhi sungai tersebut. Belum lagi perilaku BABS yang sudah menjadi kebiasaan.  Karena memang sudah dari awal sungai menjadi tempat buangan, saluran buangan toilet hampir seluruhnya dialirkan ke sungai. Baru beberapa gelintir masyarakat saja yang punya kesadaran untuk membuat septic tank sebelum di buang ke saluran umum.

Tentu saja hal tersebut berdampak pada kualitas air yang ada di kawasan ini.

Ini yang kemudian menjadi perhatian dinas kesehatan kelurahan salatiga, sehingga pada September ini, khusus di kawasan pungkursari dilakukan pengecekan terhadap kualitas sumber airnya. Hal ini juga terkait dengan program bebas BABS yang secara nyata adalah gerakan pembuatan septic tank rumah tangga, baik Komunal maupun individu. Dicanangkan bahwa tahun depan 2019, Salatiga sudah bebas BABS, sehingga sungai yang ada di kawasan ini tidak lagi menjadi tempat penampungan limbah toilet dan limbah  rumah tangga.

IMG-20180919-WA0012
tim DInas kesehatan Bu Mamik dan rekan-rekan

 

Monggo kita ikut berpartisipasi dengan kejernihan hati kita masing-masing tekait hal ini. Jika sungai kita kotor, terutama karena BABS dari rumah kita, yang pada akhirnya rawan terhadap penyakit, dan kemudian mencemari sumber mata air, apakah kita tega terhadap kondisi ini. Apakah kita sudah peduli dengan tetangga-tetangga dan saudara-saudara kita sendiri.

Semoga hasil pengecekan ini bisa memicu kesadaran masyarakat tentang pentingnya solidaritas. Di bagian bawah RT 4, saudara-saudara kita masih memanfaatkan sumber sumur terutama untuk air minum. Kesempatan kita untuk membuktikan kebersamaan dan guyub dalam arti yang sesungguhnya. Yaitu sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai, memperhatikan pembuangan limbah rumah tangga dan tentu memastikan saluran toilet kita sudah dilengkapi septic tank yang memenuhi standar.

(Meh tak kei foto sungai sing penuh sampah.. isih rung tegel lurr… )

IMG-20180919-WA0011
RT4 dan RT 5 bersatu, tak bisa dikalahkan ( pak bw kaose menjurusss..)

Lebih lanjut, akan disambung tulisan mengenai IPAL Komunal yang punya kaitan dengan permasalahan sumber mata air di kawasan kita ini.

Selanjutnya kita tunggu hasil cek lab dari dinas kesehatan agar ada rekomendasi terkait penggunaan sumur di kawasan ini.

Intinya untuk masalah sanitasi, sepertinya kita masih harus siaga satu..

 

Wassalam

Salam handarbeni dari mburi pak wali

 

 

Profil UKM : Mahabarata Lovebird Salatiga

IMG-20180910-WA0002

 

Mari kita berkenalan dengan Bapak Tri Subagio, owner dan pendiri peternakan burung jenis Lovebird. Wajahnya sumringah menerima kedatangan kami di rumahnya yang sejuk di pedalaman grogol. 10KM dari pusat kota Salatiga di sekitaran Jalan Lingkar Salatiga. Pelataran dan kebun masih luas dan suasana masih lumayan lengang  jika dibandingkan Pungkursari

“Sudah tidak pedalaman lagi. Kalau awal-awal dulu iyaa. Sekarang sudah rame  Grogol ini,”kata pak Bag, mantan ketua RT 4 6 tahun yang lalu,” tapi untuk usaha peternakan burung, di sini hawanya cocok.”

Menekuni usaha lovebird sudah dimulai dari lebih sepuluh tahun yang lalu.

“ Awal-awal 2008 itu sekitar februari saya mulai merintis, awalnya ternak di Pungkursari kemudian setelah membesar saya geser ke Grogol”.

“ Kalau kenapa suka burung ?..  waktu dulu di Solo Baru pas cari ilmu ada yang ngajakin, kebetulan saya hobi kalau mengurus binatang peliharaan. Jadi sewaktu  memelihara burung booming, kok jiwa saya ikut tertantang,” tambahnya sambil mempersilakan kami mengganyang tahu susur buatan bu Bagio. Cocok sama kopi tubruk sambil mendengarkan kicauan burung di halaman belakang.

Wajah beliau yang masih awet muda menjelang kepala empat tampak menerawang asyik mengingat masa mudanya , masa yang berapi api.

Bapak 2 anak ini menceritakan jatuh bangun yang sudah dijalani dalam dunia burung ini. Sambil mempersilahkan kami menghunus rokok. Beliau sendiri tidak merokok meskipun di rumahnya justru sedia rokok untuk tamu-tamu pelanggan yang observasi koleksinya. (jadi kalau anda mampir sekedar melihat lihat jangan sungkan.. full servis..  tahu susur, kopi dan rokok.. anda memang oyee pak bag).

“Sekarang ini pemain lovebird sudah ribuan, tidak sedikit kawan seangkatan yang rontok. Tapi buat saya yang penting tekun, kita harus memperlakukan dan merawat burung dengan baik.  Sama seperti istri sendiri.”

“Tapi istri yoo jangan dilupakan, mosok pagi-pagi habis subuh sudah pegang burung..” bu Bagio menimpali dari dapur, tampak tangan beliau memegang pisau tajam sambil berjalan ke ruang tamu. Kami buru-buru menelan tahu susur tanpa mengunyah. Mak Lhegg…

“Ini  pisaunya.. monggo lhoo mangganya dari kebun belakang ini..,” kata bu Dessy ramah, sambil menaruh pisau di piring mangga yang tampak hijau kekuningan.  Wooo.. kirainn.. ( mantap ki. Tahu susur, kopi, rokok plus mangga.. jos tenan om Bag, monggo katuran pinarakk para kolektor burung..)

Kedua beliau pasangan ini memang kompak dan asyik.  O iyaa.. baru saja diberi anugerah anak kedua. Selamat Om Bag !!..

Perihal tantangan yang dihadapi, pak Bagio menuturkan kematian yang masih rentan terkait penyakit. Produk gagal akibat cuaca yang sekarang ini banyak anomali ( waktunya hujan malah kemarau, giliran kemaru tiba-tiba hujan deras).

“Harga jual pun sekarang agak sukar diprediksi. Apalagi sekarang banyak importer yang bawa barang dari luar,”

Tetapi  dengan segenap pengalaman, pak Bag tetap optimis dengan  usahanya.

“ Selain tekun, yang penting inovasi dan kita berikan yang terbaik ke pelanggan” katanya,” jadi burung yang kita jual ini kita jamin kualitasnya. Saya sendiri sudah sering ikut lomba bahkan sekarang-sekarang  ini malah kebagian jatah didapuk jadi MC dan panitia event lomba burung di sekitaran salatiga ini. Jadi kolektor burung sudah familier di daerah ini”

Burung unggulannya sekarang ini dari jenis trah ngekek.  Kisaran harganya dari 200 rbuan hingga jutaan rupiah.

“ Bahkan untuk pemula, yang sekedar hobby, mahabarata siap untuk coaching, memberi pelayanan purna jual. Jadi tidak kita lepas begitu saja, kita ajari cara merawat yang baik. Buat kami kepercayaan pelanggan itu yang utama. “

Hari menjelang siang mengakhiri wawancara kami. Kebetulan juga tahu susur 15 biji sudah menghilang entah kemana. Mungkin pak Bag mbatin: iki asline wawancara po nunut sarapan.

Tengkyuu pak Bag atas infonya.

SO, cekidot Lovebird trah ngekek difb : mahabaratalovebird@yahoo.com

Berikut video kicauan burung yang rancak banaaa..

 

 

 

Pos Ronda = Pos Aspirasi = Proyek Bandoeng Bondowoso

(Prolog, ben sok dramatis..)

Malam itu, diawali dari speaker setengah hati hape S*ms*ng jadoel model Android Jelli bean, sebuah lagu lawas Iwan Fals dan gerombolan para SWAMI ..

“Kalau cinta sudah dibuang..–‘yo sayang too.. mosok dibuang, tak tampani kene.’Sahut om Darmaks sambil ngaduk semen..

“Jangan Harap keadilan akan datang…”  -‘yo kudu adil to.. ra adil guwak lautt,’ sahut pak djenggot sambil memamah segepok kimpul bakar

“Kesedihan hanya tontonann” –yo ojo sing sedih-sedih to.. hoaa hoee waee’ sahut bu cici dari ujung kulonn

“bagi mereka yang diperkuda jabatann..” – ihh.. enak lho diperkuda.. tenan ra ngapusi..  ra loro raa   ’sahut  mbak atik sambil ngelus elus gagang pacul, pengin bantu ngaduk semen…

“O.. O.. ya ooo.. ya oo.. ya Bongkarrr !!,,

-Jeglerrr !!!! Resmi sudah..  Aa’ Enjank dengan bogem berkekuatan 1.5 Skala Richter  menjebol  atap dan dinding pos ronda bertuliskan ANNO 2004 di ujung gang sempit samping masjid.

posss1
gudang usang ANNO 2004, bertahan sejak 14 tahun lampau

Tak kenal waktu, minim budget, bermodal semangat.  Maka yang harus terjadi terjadilahh

Beginilah Kehebohannya

possss5
cancut tali wondoo
20180912_223103
gugur gunung wayah wengii
20180912_214440
banyu milii
20180912_223041
bakarr.. bakarrr..
posss9
adukkk terusss
posss99
sing duwe wilayahh

 

ubo rampe kimpul bakarrr..

Untitled
JamanOld mesam mesem, jamanNow dolanan Gadget
posss`7
malah mlipiirr.. ro sopo hayooo

Menjelang dini hari.. lagupun berganti..

–Epilog–

Diakhiri sayup sayup dari radio 2 band milik pak Slamet..  Asap bakaran kimpul masih mengepul. Pak TOno terus sibuk mengeruk sisa sisa sampah menumpuk.

Akhirnya..

A Tribute to All Pungkursarian RT Number 4( citizen of Pungkursari  RT 4) for all efforts, Supports, Effectiveness , Loyalty, Solidarity .. during the renovation of GUDANG & POSKAMLING.

Like Bandung Bondowoso 5 centuries ago, before the dawn As Rooster sout  the kukuruyukk, it must Did !!…  Or you’ll be Rejected

Seperti Kisah Bandung Bondowoso 5 abad lalu, sebelum Fajar menyingsing dan ayam jantan berkokok, Pos ronda ini harus berdiri !!

(‘- di sudut sebuah dapur bu er Te ngedumel.. huuu tombok kii gulo kopi ben wengii ..-‘ ikhlas buk.. ikhlass..)

 

Salam harmoni wayah wengi dari mburi pak wali

supported by local enterpreneur

IMG-20180910-WA0002

IMG-20180909-WA0052

Modal Nekat, Temukan Bakat ( Profil UKM Seiko Art Gallery)

Dari Hotel Wahid, sebelah selatan adalah jalan langensuko, selanjutnya  kami  meluncur masuk pertigaan ke jalan pungkursari . Sampai di kanan jalan terpampang  banner gagah : Seiko Art Gallery.  Didalam galeri tersebut banyak tersedia lukisan, foto dan kaligrafi dengan frame yang berkelas .

IMG_20180306_193323

MAs Anton, bapak muda yang merintis usaha ini sekitar 6 tahun lalu menuturkan,“Buah hasil dari kejenuhan kerja di PT.., saya pikir pikir tidak ada kemajuan. Kemudian saya nekat untuk wirausaha.”

Belajar dari Om yang menguasai teknik pembuatan frame pigura, seiring waktu mas Anton berhasil mengembangkan usaha dan merambah ke galeri lukisan dan kaligrafi.

“ Kebetulan sejak kecil saya suka melukis,” katanya sambil memesankan jus buah dari seberang jalan.

“wah repot-repot mas, gak usah kami habis minum tadii,” kata kami ber basa basi.

“O.. nggihh…. mboten siyos cikk !!! ”kata mas Anton ke penjual. Kami pun clegukkk… rasaknoooo

Mas Anton yang cool ini tertawa ramah,” nggak.. nggak mas, mosok ngobrol tanpa suguhan.. ndak didarani padu..  di jl pungkursari ini banyak penjual.. Kita saling nglarisi satu sama lain.. jus mangga 3 cikk..”

Alhamdulillah.. tau aja broo.. , “ sekalian bungkus 2 cikk.. mayan go lek lekan..”aji mumpung wartawanee..

IMG_20180307_163701_1520415616833
Mr, Anton Yang Cool
FB_IMG_1536927623571
numpang keren pak Heryy

Kembali ke laptop.. kami lihat koleksi di galeri cukup beragam. Kaligrafi, lukisan bali dan yang terutama lukisan asli dari pelukis Salatiga yang tergabung dalam komunitas Wasesa.

IMG-20180915-WA0021
lukisan grup wasesa salatiga

 

“Kami kerjasama dengan pelukis Wasesa. Jadi dijamin ini lukisan asli dan limited edition. Bahkan untuk promo, kami menerima pesanan lukis wajah hitam putih/pensil warna dengan garansi mirip. Kalau gak mirip uang kembali,” tegasnya.

(Wah cocok ini,,, kalau pak RT nanti lengser keprabon  cucok kalau dilukis. Ning kalau bisa request jangan mirip-mirip amat. Minimal bagian kepala diitemin.. mosok kinclongg.. biar ganteng maksimal..)

IMG-20180914-WA0001
lukis wajah dik alisha khanza.. full guaranty, tidak mirip uang kembali
IMG-20180915-WA0024
kelas pertamax harga premium
IMG_20180914_074408
Bung april numpang narsis masne..

“ Itu bentuk  inovasi kami sekaligus  menantang diri kami sendiri untuk terus maju,”tukasnya,” sekarang ini persaingan harga untuk kerajinan dari luar salatiga sudah menjamur. Jadi ini tantangan buat kami dan tentu kami harus bisa mengikuti tren model frame terbaru.”

Frame yang digunakan di Seiko berbahan full fibre anti keropos. Jadi dijamin untuk memorabilia semacam foto, lukisan bisa berumur panjang tak lekang waktu.

Untuk harga,  pria bernama lengkap Kushantono yang asli pungkursari ini mematok harga frame mulai 15 ribuan. Untuk lukisan dan kaligrafi mulai kisaran 100-150 ribu, tapi juga ada yang premium hingga 2,5 -3 jutaan.

“ Kami pernah berpartisipasi  dalam event “Pesona Seni Rupa salatiga”  bertempat di perpusda ,” tuturnya,” Jadi pengalaman kami sudah banyak dan teruji.”

Bulan-bulan ini, Seiko Gallery sedang ada promo khusus yaitu frame ukuran di atas 16 rbu bisa dibeli eceran dengan harga grosir.

Untuk lukisan bandung dan Bali dengan frame yang dijamin mewah ukuran 60 x 80, ada promo sampai 30 %, dari 450 ribu menjadi 300 ribu saja

IMG_20180915_183308
Serba 300an, diskount

“ Monggo, yang ruang tamunya perlu hiasan, kami persilakan kunjungi  gallery kami. Atau hubungi nomer kami untuk kita berikan catalog.”

Tengkyuu mas Anton, sukses terus usahanya !!!

 

cek video berikut di channel youtube ( sorry kurang maksimal pixelnya, kompie  tuo ngadatt)

 

dokumentasi

 

 

 

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Create your website at WordPress.com
Get started